Minggu, 08 Maret 2015

BUSINESS PROCESS RE-ENGINEERING



Business Process Re-engineering (BPR) adalah sebuah pendekatan untuk mencapai peningkatan kinerja perusahaan dalam waktu yang relatif singkat. BPR berfokus memeriksa aliran dan proses pekerjaan, baik dalam maupun antar-organisasi. Sebuah proses bisnis dapat dilihat sebagai sebuah himpunan pekerjaan yang saling terkait, yang dilakukan untuk mencapai hasil bisnis yang pasti. Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Nazli Sadat Safavi, Nor Hidayati Zakaria dan Mahyar Amini yang berjudul "The Risk Analysis of System Selection and Business Process Re-Engineering Towards the Success of Enterprise Resource Planning Project for Small and Medium Enterprise", BPR yang dilakukan secara memadai mengarah secara positif ke pengurangan biaya pada pelaksanaan Enterprise Resource Planning (ERP). Pengurangan biaya ini juga terkait pada keberhasilan pelaksanaan ERP di perusahaan.

Selasa, 03 Maret 2015

E-COMMERCE

E-commerce saat ini dapat dilakukan dengan mudah akibat akses internet yang lebih murah dan banyak bank telah menyediakan fitur e-banking yang mendukung proses pembayaran e-commerce. Berbelanja di internet pun menjadi alternatif bagi konsumen karena dirasa lebih nyaman daripada berbelanja konvensional. Berdasarkan jurnal berjudul "A Structural Equation Modeling of Purchasing Decision through E-Commerce" yang ditulis oleh Togar Alam Napitupulu dan Okky Kartavianus; kemudahan pembayaran, kepercayaan, manfaat belanja online, kualitas informasi memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen secara online. Di antara faktor-faktor tersebut, kepercayaan adalah faktor yang paling penting yang mempengaruhi keputusan pembelian secara online. Penjual e-commerce disarankan untuk lebih memperhatikan faktor kualitas informasi di situs, kemudahan pembayaran, kepercayaan konsumen, dan keuntungan dari belanja online untuk menarik lebih banyak konsumen bertransaksi di websitenya.

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING


Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sistem informasi yang berperan mengintegrasikan berbagai aspek bisnis di dalam perusahaan. Isu penting dalam implementasi ERP adalah bagaimana menjembatani kesenjangan antara sistem ERP dan proses bisnis perusahaan, dengan pilihan mengubah sistem ERP atau mengubah proses bisnis, atau menyesuaikan keduanya. Berdasarkan jurnal "Determining ERP Customization Choices using Nominal Group Technique and Analytical Hierarchy Process" yang ditulis oleh Sudhaman Parthasarathy dan Srinarayan Sharma, tim pelaksana ERP di perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sistem ERP sesuai sistem dasarnya, dibandingkan melakukan perubahan baik pada sistem ERP dan proses bisnis untuk menyesuaikan keduanya. Menggunakan sistem ERP sesuai sistem dasarnya dianggap akan mengarahkan perusahaan untuk menggabungkan praktik-praktik industri yang baru dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan yang berbeda-beda dari pelanggan.

MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM DAN COMPETITIVE ADVANTAGES


Untuk mencapai tujuan kinerja strategis, perusahaan mengadopsi sistem informasi manajemen (management information system/MIS) yang canggih dan komprehensif. Berdasarkan jurnal yang berjudul "Management Information Systems and Strategic Performances: The Role of Top Team Composition" yang ditulis oleh David Naranjo-Gil, MIS yang canggih memfasilitasi perusahaan untuk mencapai kinerja strategis dalam hal pengurangan biaya dan fleksibilitas perusahaan. Temuan dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa TMT dengan pendidikan dan pengalaman fungsional yang beragam dapat mengelola informasi yang disediakan oleh MIS yang canggih secara lebih luas. Keanekaragaman TMT dalam hal latar belakang pengalaman dan pendidikan meningkatkan efektivitas TMT dalam menghadapi pengambilan keputusan yang kompleks, sehingga TMT tersebut memiliki keterampilan dan perspektif yang tinggi dalam mengelola sistem informasi yang komprehensif, yang merupakan potensi untuk meningkatkan kinerja strategis dan competitive advantages.